aku tak pikir dosa dosaku telah acap kali terbaring dalam sanubari sesumbarku telah melangit hingga tak acuh jangan kau ucap etika dalam ruang cinta yang pernah kau remuk menjadi beling kini kusayat selangkangan dalam lukisan perang yang selalu kau ucap dalam bebunyian sayap sayap malaikat yang kau kepakkan dalam lumpur
matahari kini tak terbebani bintang jika ada waktu mungkin terbakar hingga sukma semesta menstruasi dibekali darah sang tuhan buta yang kau genggam dalam nyanyian, dan dalam keacuhan kamu suka dan tampak suka hingga tertulikan sesiulan burung yang terbang dan kadangkala hinggap dalam jemariku yang luka
parang ini telah kutanam hingga berakar pada baja pada tembok yang enggan tersenyum biar saja mulutku berbusa dalam hening dirimu dan acuh tatapmu buat apa aku singgah lagi tak sudi tak mati tak menari...
tidakkah kau rindu punggungmu tanpa beban? dialiri aliran minuman alam... tidakkah kau rindu telapak kakimu menyentuh pasir? darah yang mengalir tanpa hambat... tidakkah kau terlalu buta kini? menyendiri mencari cinta yang tak terpahami... tidakkah kau bisu kemarin? menatap sore untuk sekian kali...
mungkinkah senja mengerti keluhku akan dunia? akan setiap partikel yang aku amini? tentang beberapa peristiwa yang mendidih? akan gejolak kehidupan yang disirami air mati?
kesendirian keabadian terlalu singkat waktu...
lilin hatiku yang kini kusimpan saja berlalu diterpa angin yang lambat laun menghentak meniup, tapi enggan mati taulah kamu, aku menyendiri hingga tak tersinari
biar gelap biar malam biar hitam biar legam
kusulut api berbotol bensin hingga mati mata hati, hingga tak terkafani...
“When I am with you, we stay up all night. When you're not here, I can't go to sleep.
Praise God for those two insomnias! And the difference between them.”
-Jalal ad-Din Rumi
Ada kalanya kemelut hitam menatap Ada kalanya angin riuh meniup Sebatas Dua batas Tak berbatas Lagipula siapa yang butuh batas Batasan Aturan ...ah, pembualan...
Tumpukan bunuh diri dikepalaku Itu hanya masa lalu Aku simpan dalam memori Tak hirau jika itu membahana Menyeruak, menyembul ketika gulita menggurita Ketika anak semesta menyendiri dan bernyanyi Ketika anak tangga patah dalam pijakan Menarilah Bersuaralah Harmonisasikan kutukan hidup Aku akan selalu terbakar Ada dalam api tak terpadami ...api...
Jika di malam itu aku bercerita Jika di malam itu aku bercinta Biarkanlah aku hanya ingin sedikit sakit Menyelami kehidupan tanpa dasar Menyelaminya hingga benar2 dalam Tak akan berujung juga berpusara Aku ingatkan tak ada makam di sana Dalam selam hidup tak berujung Dalam jurang tanpa dasar Dalam kedalaman tanpa akhir ...tiada...
Awal dalam suara, akhir pula suara Aku akan tetap bernyanyi Aku akan tetap berkelakar Wahai semesta Wahai kehidupan Wahai kematian Wahai suwung Wahai jadah ...aku adalah sanghyang - taya - tunggal dan manikmaya...
hutan hujan, vegetasi dominan di borneo (kondisi sebelum dihancurkan)
Posisi
Sudah 2 tahun dia bekerja. Selama
itu juga dia cuma memendam keluhan dan keinginan akan kebebasan dari dunia yang
sudah diatur sedemikian rupa untuk diikuti tanpa dia bisa menghindarinya,
sekalipun dia juga memang tidak pernah sepakat dengan dunia yang berjalan
demikian. Dia tidak punya cukup keberanian meledak melangkah maju, yang ada
malah menambah kebenciannya terhadap dunia ini. posisinya tidak berubah,
kecuali rasa kebencian tadi yang yang menimbulkan efek melelahkan yang terkadang
tidak bisa dia kontrol, dia mulai temperamental dan sedikit sensitif dari
sebelumnya, terkadang dia cuma bisa meratap, menyedihkan memang, dia juga
membenci kondisi demikian. Inilah kondisi paling menyedihkan dari dirinya
selama hidup. Manusia yang sedang bekerja dan tertekan, dilihat dari kacamata
manapun secara jujur yang tampak hanya seseorang yang konyol dan tampak bodoh,
itu yang ada dibenaknya kini berkecamuk.
Dunia itu : konsumsi
Dunia yang dibangun atas
kepentingan modal, hanya akan membagi-bagi manusia dalam tingkatan kelas-kelas.
ada kelas yang bermodal dan ada kelas yang harus bekerja (suka atau tidak,
terpaksa atau senang hati) demi hanya memenuhi pengumpulan modal yang lebih
banyak lagi, tentu saja kelas bermodal yang diuntungkan. Itulah gambaran
sederhana hidup yang sedang kita jalani. Hidup yang hanya akan dipenuhi
kegiatan bekerja yang tidak ada habis-habisnya oleh semua kelas. Lalu kemudian
apa yang salah dari kehidupan yang berjalan dengan cara semacam ini?
Pertama adalah, manusia yang
dapat hidup secara setara harus terbagi menjadi dalam kelas-kelas yang tentu
saja menjadikan logika kehidupan keduanya menjadi saling bertentangan, konflik
sosial menjadi sangat rentan. Anggapan bahwa keadilan bisa diraih pada masyarakat
semacam ini adalah omong kosong, kecuali keadilan itu dimata para pemilik modal
dan kelas pekerja yang menganggapnya sebagai takdir. kedua adalah dampak
terhadap alam. Sumber daya alam terbarui (produsen) membutuhkan siklus hidup
memperbarui dirinya dalam tempo yang seimbang dengan konsumsi makhluk hidup
yang mengkonsumsinya (konsumen). Tingkat kebutuhan konsumsi untuk sekedar
bertahan hidup dan menjaganya tetap lestari tidak akan pernah melampaui
kecepatan alam itu memperbaharui dirinya untuk dikonsumsi lagi. Di sekolah kita
pernah mendapatkan pengetahuan sederhana mengenai hal ini, rantai makanan. Namun
kepentingan modal yang dasar pikirnya adalah penumpukan dan terus memproduksi
dengan kecepatan yang terus dipaksakan dan ditingkatkan (target produksi),
menyebabkan kecepatan pengambilan (eksploitasi) sda (bukan sekedar pemenuhan
konsumsi) malampaui kemampuan produsen untuk tumbuh. Artinya adalah sda terbarui
sebagai produsen pemasok makanan bagi produsen akan mengalami penurunan
kuantitas populasi sekaligus kemampuan daur hidupnya, konsekuensinya jumlah
produsen akan terus menipis hingga tidak ada lagi yang bisa dikonsumsi. Belum
lagi ditambah dengan konsumsi terhadap sda tak terbarui, yang hanya menyisakan
limbah yang butuh waktu sangat lama untuk terurai yang akan menghasilkan
buangan (limbah) yang akan turut serta mengganggu kemampuan hidup sda terbarui
dan manusia itu sendiri, tentu saja.
Bersambung
ah, lieur…..
(nulis
ini biar jadi catetan awal aja, suka lupa soalnya…..hehehe, banyak pisan dasar
cerita yg berputar2 di kepala tapi besoknya lupa dong, sial…..mo diskusi di
sini? semua di sini pada cari uang joy, ampun dijeee)