Tuesday, November 17, 2009
Jika jingga terlalu nestapa aku sapa
Lalu bagaimana dengan mentari siang ini
Apa kabar dengan lalu lalang yang berkendara
Juga irisan hati yang lama tak 'ku buka
Jika embun enggan lagi 'ku sentuh
Bagaimana dengan duri, bagaimana kalau dicuri
Jika peluk enggan lagi kau bagi, bagaimana kalau kucuri
Jika kecup tak lagi merayu, bagaimana jika berlalu
Ayolah hujan, bisikkan derasmu pada segenggam pukul
Mari 'kutinju selangkangan yang menganggur
Biar lebam, dalam dan muram
Ayolah hujan bisikkan gerimismu pada batu yang rapuh
Mari 'kuiris nadi dan leher yang mulus
Biar mengalir merah, darah dan jengah
Kutitip satu pisau berkilau
Buatmu agar dirimu tak jadi tuhan yang digagahi para perkasa
yang diciumi makhluk berduri, yang dihujani ludah dari peluit polisi...
Posted at 11:20 pm by nyikonde
Permalink
Sunday, November 01, 2009
Yang berikut aku siulkan
Indah sesiulan racau manusia mabuk
Nina bobo untuk mengamuk
Yang berikut aku bakarkan
Api dalam lidah-lidah amoral
Nestapa yang semakin bebal
Gurat pekat kebersatuan
Posted at 02:14 am by nyikonde
Permalink
Tuesday, October 20, 2009
La journaliste interview: What kind of old age and death will you have?
Jacques Mesrine: Old age... Honestly, I don't think I'll live that long.
Jacques Mesrine: One day they'll shoot me to death, and it will completely make sense. Natural. After all, for someone who was in prison with maximum security, there are no rules. Like me, I live without rules.
----------------------
I hope someday, i'll not die old - body and soul...
For this crap world, who wants to die normally...
To get shot in the head is like a kiss and hug in your end...
Posted at 01:03 am by nyikonde
Permalink
Monday, October 12, 2009
"Kepada siapa saya tetap percaya dan tidak percaya, dan keduanya sama-sama dalam cinta"....
Ada di dalam api
Sekam yang terkapar
Dalam hampar malam
(2) terbakar
Waras ada dalam sukar
Arus bius mengaliri darah (2)
Adakah aku harus bertanya
Mengulang Hannah dan Martin
Aku rasa tak ada yang salah dan jengah
Memandang kuncup yang dulu jauh
Hingga pada bungkam aku membuka
Tak lagi bisu soal caci
Menjelang malam berbisik pada semesta
Jelang malam merdu suara
Haus simetris diorama
Hingga pada malam dan kali pertama
Malam...malam?
Akui saja malam...
(2) dibakar...
Posted at 04:21 pm by nyikonde
Permalink
Wednesday, September 09, 2009
Di seberang malam ada kekasih menunggu hantu
Di sebelahku ada zen yang tak bertamu
Satu suap buat mama yang telah lapar menunggu iman
Aku tersekap dalam kotak terkunci dalam laci
Satu paragraf
Dua lonceng
Sirius
Mentari
Cari
Dan menagih
Keramik ini kujadi sandar malam ini
Dalam kisah bisu antara bumi dan pertiwi
Pertiwi kini diperkosa milyaran konspirasi
Oh, sungguh, aku tak peduli
Beri aku redup
Beri aku terang
Akan 'ku rengkuh hasrat hingga tersayat
Di sisi muntahan mayat yang tak pernah berang
Hidup ini kadang bagai judi
Rotasinya juga kadang seperti makan babi
Apa aku mesti berkata jujur seperti Zarathustra?
Yang entah kemarin aku kebiri seperti Buddha
Laila aku kirimi satu mentari
Begitu juga dengan caci tanpa maki
Kini aku bawakan yang lebih terbakar
Jiwaku yang tanpa mengeluh surgaku pula nerakaku
Jogja, 27 Agustus 2009
Posted at 02:12 pm by nyikonde
Permalink