Photobucket



Wednesday, February 10, 2010
TENTANG MATI

aku tak pikir dosa
dosaku telah acap kali terbaring dalam sanubari
sesumbarku telah melangit hingga tak acuh
jangan kau ucap etika dalam ruang cinta
yang pernah kau remuk menjadi beling
kini kusayat selangkangan dalam lukisan perang
yang selalu kau ucap dalam bebunyian sayap
sayap malaikat yang kau kepakkan dalam lumpur

matahari kini tak terbebani bintang
jika ada waktu mungkin terbakar
hingga sukma semesta menstruasi
dibekali darah sang tuhan buta yang kau genggam
dalam nyanyian, dan dalam keacuhan
kamu suka
dan tampak suka
hingga tertulikan sesiulan burung
yang terbang dan kadangkala hinggap
dalam jemariku yang luka

parang ini telah kutanam
hingga berakar pada baja
pada tembok yang enggan tersenyum
biar saja mulutku berbusa
dalam hening dirimu dan acuh tatapmu
buat apa aku singgah lagi
tak sudi
tak mati
tak menari...

tidakkah kau rindu punggungmu tanpa beban?
dialiri aliran minuman alam...
tidakkah kau rindu telapak kakimu menyentuh pasir?
darah yang mengalir tanpa hambat...
tidakkah kau terlalu buta kini?
menyendiri mencari cinta yang tak terpahami...
tidakkah kau bisu kemarin?
menatap sore untuk sekian kali...

mungkinkah senja mengerti keluhku akan dunia?
akan setiap partikel yang aku amini?
tentang beberapa peristiwa yang mendidih?
akan gejolak kehidupan yang disirami air mati?

kesendirian
keabadian
terlalu singkat
waktu...

lilin hatiku yang kini kusimpan saja
berlalu diterpa angin yang lambat laun menghentak
meniup, tapi enggan mati
taulah kamu, aku menyendiri hingga tak tersinari

biar gelap
biar malam
biar hitam
biar legam

kusulut api berbotol bensin
hingga mati mata hati, hingga tak terkafani...

Posted at 08:37 am by nyikonde
Make a comment  

Friday, January 15, 2010
TANTANG INTELEK

SAAT MOMEN TERHIDUP DALAM HIDUPMU ADALAH BERTARUH

NYAWA DI TENGAH MEDAN, MANA BUKTI KALIAN???




- BUKAN HOMICIDE

Posted at 01:49 pm by nyikonde
Comments (15)  

Wednesday, January 13, 2010
NIHILOS KRATOS

Kratos kratos
Akan 'ku injak

Tak ada, itu tak ada
Pola neraka
Badut surga

Hanya malam
Hanya hujan
Yang menyiram
Bangkai hatiku

Posted at 02:10 am by nyikonde
Make a comment  

Saturday, January 02, 2010
AWANG-UWUNG

“When I am with you, we stay up all night.
When you're not here, I can't go to sleep.

Praise God for those two insomnias!
And the difference between them.”

-Jalal ad-Din Rumi




Ada kalanya kemelut hitam menatap
Ada kalanya angin riuh meniup
Sebatas
Dua batas
Tak berbatas
Lagipula siapa yang butuh batas
Batasan
Aturan
...ah, pembualan...


Tumpukan bunuh diri dikepalaku
Itu hanya masa lalu
Aku simpan dalam memori
Tak hirau jika itu membahana
Menyeruak, menyembul ketika gulita menggurita
Ketika anak semesta menyendiri dan bernyanyi
Ketika anak tangga patah dalam pijakan
Menarilah
Bersuaralah
Harmonisasikan kutukan hidup
Aku akan selalu terbakar
Ada dalam api tak terpadami
...api...


Jika di malam itu aku bercerita
Jika di malam itu aku bercinta
Biarkanlah aku hanya ingin sedikit sakit
Menyelami kehidupan tanpa dasar
Menyelaminya hingga benar2 dalam
Tak akan berujung juga berpusara
Aku ingatkan tak ada makam di sana
Dalam selam hidup tak berujung
Dalam jurang tanpa dasar
Dalam kedalaman tanpa akhir
...tiada...


Awal dalam suara, akhir pula suara
Aku akan tetap bernyanyi
Aku akan tetap berkelakar
Wahai semesta
Wahai kehidupan
Wahai kematian
Wahai suwung
Wahai jadah
...aku adalah sanghyang - taya - tunggal dan manikmaya...


Posted at 09:00 pm by nyikonde
Comments (4)  

Monday, December 28, 2009
Your Way Destroy Our Future At All


hutan hujan, vegetasi dominan di borneo (kondisi sebelum dihancurkan)


Posisi

Sudah 2 tahun dia bekerja. Selama itu juga dia cuma memendam keluhan dan keinginan akan kebebasan dari dunia yang sudah diatur sedemikian rupa untuk diikuti tanpa dia bisa menghindarinya, sekalipun dia juga memang tidak pernah sepakat dengan dunia yang berjalan demikian. Dia tidak punya cukup keberanian meledak melangkah maju, yang ada malah menambah kebenciannya terhadap dunia ini. posisinya tidak berubah, kecuali rasa kebencian tadi yang yang menimbulkan efek melelahkan yang terkadang tidak bisa dia kontrol, dia mulai temperamental dan sedikit sensitif dari sebelumnya, terkadang dia cuma bisa meratap, menyedihkan memang, dia juga membenci kondisi demikian. Inilah kondisi paling menyedihkan dari dirinya selama hidup. Manusia yang sedang bekerja dan tertekan, dilihat dari kacamata manapun secara jujur yang tampak hanya seseorang yang konyol dan tampak bodoh, itu yang ada dibenaknya kini berkecamuk.

 

Dunia itu : konsumsi

Dunia yang dibangun atas kepentingan modal, hanya akan membagi-bagi manusia dalam tingkatan kelas-kelas. ada kelas yang bermodal dan ada kelas yang harus bekerja (suka atau tidak, terpaksa atau senang hati) demi hanya memenuhi pengumpulan modal yang lebih banyak lagi, tentu saja kelas bermodal yang diuntungkan. Itulah gambaran sederhana hidup yang sedang kita jalani. Hidup yang hanya akan dipenuhi kegiatan bekerja yang tidak ada habis-habisnya oleh semua kelas. Lalu kemudian apa yang salah dari kehidupan yang berjalan dengan cara semacam ini?

Pertama adalah, manusia yang dapat hidup secara setara harus terbagi menjadi dalam kelas-kelas yang tentu saja menjadikan logika kehidupan keduanya menjadi saling bertentangan, konflik sosial menjadi sangat rentan. Anggapan bahwa keadilan bisa diraih pada masyarakat semacam ini adalah omong kosong, kecuali keadilan itu dimata para pemilik modal dan kelas pekerja yang menganggapnya sebagai takdir. kedua adalah dampak terhadap alam. Sumber daya alam terbarui (produsen) membutuhkan siklus hidup memperbarui dirinya dalam tempo yang seimbang dengan konsumsi makhluk hidup yang mengkonsumsinya (konsumen). Tingkat kebutuhan konsumsi untuk sekedar bertahan hidup dan menjaganya tetap lestari tidak akan pernah melampaui kecepatan alam itu memperbaharui dirinya untuk dikonsumsi lagi. Di sekolah kita pernah mendapatkan pengetahuan sederhana mengenai hal ini, rantai makanan. Namun kepentingan modal yang dasar pikirnya adalah penumpukan dan terus memproduksi dengan kecepatan yang terus dipaksakan dan ditingkatkan (target produksi), menyebabkan kecepatan pengambilan (eksploitasi) sda (bukan sekedar pemenuhan konsumsi) malampaui kemampuan produsen untuk tumbuh. Artinya adalah sda terbarui sebagai produsen pemasok makanan bagi produsen akan mengalami penurunan kuantitas populasi sekaligus kemampuan daur hidupnya, konsekuensinya jumlah produsen akan terus menipis hingga tidak ada lagi yang bisa dikonsumsi. Belum lagi ditambah dengan konsumsi terhadap sda tak terbarui, yang hanya menyisakan limbah yang butuh waktu sangat lama untuk terurai yang akan menghasilkan buangan (limbah) yang akan turut serta mengganggu kemampuan hidup sda terbarui dan manusia itu sendiri, tentu saja.

 

Bersambung ah, lieur…..

(nulis ini biar jadi catetan awal aja, suka lupa soalnya…..hehehe, banyak pisan dasar cerita yg berputar2 di kepala tapi besoknya lupa dong, sial…..mo diskusi di sini? semua di sini pada cari uang joy, ampun dijeee)

 

-thebolang

    

Posted at 10:37 pm by nyikonde
Make a comment  

Next Page

   

<< February 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28

our curses, our depressions, our sounds, our loves

If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed