Di seberang malam ada kekasih menunggu hantu
Di sebelahku ada zen yang tak bertamu
Satu suap buat mama yang telah lapar menunggu iman
Aku tersekap dalam kotak terkunci dalam laci
Satu paragraf
Dua lonceng
Sirius
Mentari
Cari
Dan menagih
Keramik ini kujadi sandar malam ini
Dalam kisah bisu antara bumi dan pertiwi
Pertiwi kini diperkosa milyaran konspirasi
Oh, sungguh, aku tak peduli
Beri aku redup
Beri aku terang
Akan 'ku rengkuh hasrat hingga tersayat
Di sisi muntahan mayat yang tak pernah berang
Hidup ini kadang bagai judi
Rotasinya juga kadang seperti makan babi
Apa aku mesti berkata jujur seperti Zarathustra?
Yang entah kemarin aku kebiri seperti Buddha
Laila aku kirimi satu mentari
Begitu juga dengan caci tanpa maki
Kini aku bawakan yang lebih terbakar
Jiwaku yang tanpa mengeluh surgaku pula nerakaku
Jogja, 27 Agustus 2009
Posted at 02:12 pm by nyikonde