|
Di sebelahku ada zen yang tak bertamu Satu suap buat mama yang telah lapar menunggu iman Aku tersekap dalam kotak terkunci dalam laci Satu paragraf Dua lonceng Sirius Mentari Cari Dan menagih Keramik ini kujadi sandar malam ini Dalam kisah bisu antara bumi dan pertiwi Pertiwi kini diperkosa milyaran konspirasi Oh, sungguh, aku tak peduli Beri aku redup Beri aku terang Akan 'ku rengkuh hasrat hingga tersayat Di sisi muntahan mayat yang tak pernah berang Hidup ini kadang bagai judi Rotasinya juga kadang seperti makan babi Apa aku mesti berkata jujur seperti Zarathustra? Yang entah kemarin aku kebiri seperti Buddha Laila aku kirimi satu mentari Begitu juga dengan caci tanpa maki Kini aku bawakan yang lebih terbakar Jiwaku yang tanpa mengeluh surgaku pula nerakaku Jogja, 27 Agustus 2009 |
| Leave a Comment: |